Monday, 15 November 2010

Wangsit Siliwangi

Sing Saha Bae, Anu Ngagunakeun Ngaran Siliwangi
Atawa, Ngarasa Jadi Sekeseler Siliwangi
Manehna Bakal Najung Hirupna,
Bakal Mulia Gumelarna
Kawangikeun Sabuana Panca Tengah

Lamun Manehna
Jujur,
Sinatria,
Teuneung,
Gumati Ka Si Leutik,
Nyaah Ka Rahayat Sarta
Wibawa Ka Sasama

Sabalikna Hirupna Moal Panggih
Jeung Kasenangan Bakal Rara Balangsak
Saeudeungna Lamun Ingkar Tina Patokan Anu Tadi.

Thursday, 10 June 2010

TMMD 84 Kodim 0601/Pandeglang


Danrem 064/MY Kolonel Inf Endro Warsito, Rabu (9/6).Pimpin upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangunan Desa (TMMD), Ke- 84 , berpusat di Desa Sindangkerta Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang.
Dalam Pidato sambutannya Danrem 064/MY Kolonel Inf Endro Warsito, mengatakan TMMD adalah merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat bertujuan untuk mengakselerasi pembangunan di daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dipadukan dengan upaya memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan pertahanan wilayah yang tangguh guna menghadapi berbagai hakekat ancaman Ia juga mengatakan TMMD diharapkan benar-benar menjawab aspirasi dan kepentingan masyarakat, mengingat program ini diawali dengan proses perencanaan yang melibatkan berbagai instansi dan masyarakat serta disusun dengan sistim bottom up planning
Diharapkan kegiatan ini dapat menjembatani Aspirasi yang muncul dari Masyarakat di daerah Perdesaan, karena semua proses perencanaanya TNI selalu melibatkan berbagai instansi dan masyarakat. Peran dan kerjasama yang erat dari semua , dapat terus berpartisifasi aktif dengan TNI untuk mewujudkan semua keinginan masyarakat.
Dengan mengangkat Thema TMMD ke 84 kali ini,” “Melalui TNI Manunggal Membangun Desa, Tingkatkan kebersamaan dalam memberdayakan masyarakat desa guna meningkatkan akselerasi Pembangunan di Daerah dalam rangka mewujudkan Ketahanan Wilayah yang tangguh serta memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.
Manfaatkan TMMD ini sebagai sarana berinteraksi dengan masyarakat, Sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas dilapangan secara Optimal dan terhindar dari adanya hal hal yang kontra Produktif , antara Prajurit TNI dengan masyarakat
Parjurit juga harus memproritaskan pada titik keberhasilan pencapaian sasaran dengan memanpaatkan segala dukungan yang ada secara Optimal, agar penyelenggaraan TMMD dapat berhasil dan berdaya guna bagi peningkatan dan perbaikan kehidupan sosial masyarakat di perdesaan.
Pelaksanaan TMMD di wilayah Korem 064/MY yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0601/Pandeglang ini berupa kegiatan membuka badan jalan sepanjang 15 km x 10 m dan pembuatan gorong-gorong sebanyak 9 unit. Sedangkan sasaran tambahan berupa Rehab Musolla sebanyak 2 unit dan pengecatan masjid.

Kegiatan Fisik lainnya adalah Penanaman 8000 Pohon terdiri dari Pohon Trembesi, Pohon Kelapa, Pohon Mahoni, Pohon Kayu Laut dilaksanakan selama TMMD dan Bakti Manunggal TNI Kesehatan dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pemasangan implan alat kb susuk, yang dilaksanakan oleh Puskesmas Cibitung bekerjasama dengan Denkesyah Serang pada saat pembukaan TMMD. Sementara itu kegiatan Non fisik yang dilaksanakan adalah Penyuluhan Kesehatan, Penyuluhan bela Negara dan Penyuluhan kesadaran bernegara

Pembukaan TMMD ke 84 dihadiri pula oleh Bupati Pandeglang Drs H.Erwan Kurtubi, MM, Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Irawan, Kababinminvetcaddam III/Slw Kolonel Arm Firdaus Syah, Kahubdam III/Slw Kolonel Chb Endro Kartono, Dandim 0601/Pdg Letkol Inf Veri Sudijanto Sudin, Kapolres Pandeglang AKBP Alex Fauzi Rasad, SSTMK, SH, Para Dandim jajaran Korem, Kasi Intel, Kasi Ops dan Kasi Ter Korem, Danyonif 320/BP, Dandodikjur Rindam III/Slw Letkol Inf Basuki Achmad, Danlanud Gorda Mayor Sus Dudi Wahyudi dan Danyon 12 Kopassus Mayor Inf Enoh Solehudin. Para Kabalak Aju Korem, unsur muspika dan muspida Kabupaten Pandeglang serta pejabat sipil terkait lainnya.

Seusai upacara Danrem didampingi Dandim, Bupati Pandeglang dan undangan meninjau langsung ke lokasi TMMD yang berjarak kurang lebih 10km

Friday, 4 June 2010

Kunjungan kerja Panglima Kodam III/Siliwangi ke Kodim 0601/Pdg dan Yonif 320/BP


Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo beserta Ibu Kiki Pramono Edhie Wibowo hari Rabu tanggal 2 juni 2010 mengadakan Kunjungan Kerja ke Kodim 0601/Pandeglang dan Yonif 320 BP Korem 064/Maulana Yusuf. Dalam Kunkernya Pangdam didampingi oleh Asintel Kasdam III/Slw Kolonel Inf Arief Prayitno, S.IP, M.Hum, Aster Kasdam III/Slw Kolonel Inf Utoh Zaendy dan Kapendam III/Slw Letkol Inf Isa Haryanto.
Kunjungan kerja ke Makodim 0601/Pandeglang, Pangdam dan rombongan diterima oleh Dandim Pandeglang Letkol Inf Veri Sudijanto Sudin dan perwira stafnya berikut ibu-ibu Persit Makodim Pdg. Dan kegiatan berlanjut dengan istirahat sholat dan makan siang.
Kegiatan berlanjut ke Yonif 320/BP, Pangdam dan rombongan disambut oleh Danyonif 320/BP Letkol Inf Dwi Wahyudi dan perwira stafnya berikut ibu-ibu persit Yonif 320/BP.
Dalam pengarahannya Pangdam III/Slw di depan seluruh anggota Yonif 320/Bp dan anggota makodim 0601/pandeglang mengharapkan kepada anggota agar dengan penuh tanggungjawab melaksanakan tugas-tugasnya, karena kedepan setiap anggota yang mempunyai jabatan akan mendapatkan penghargaan sesuai dengan jabatan yang dibebankan kepadanya. Oleh karena itu, personel yang saat ini memangku jabatannya supaya dapat mempertahankan jabatannya dengan melakukan tugas-tugasnya dengan baik dan benar. Komando akan memperhatikan setiap prajuritnya yang baik dan dapat dibina, namun demikian bagi anggota yang sering melakukan pelanggaran dan tidak dapat dibina lagi, komando tidak segan-segan untuk memberhentikan dari jabatannya.
Pada kesempatan itu, Pangdam memberikan pengarahan kepada anggota Yonif 320/BP untuk menumbuhkan motivasi dan semangat dalam bertugas terutama di satuan tempur yang sekaligus merupakan satuan teritorial, prajurit harus mampu bersikap yang baik dengan masyarakat serta dapat menjaga citra dirinya sebagai prajurit yang baik, kemudian mengingat banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas di satuan ini, Pangdam mengingatkan kepada anggota untuk menjaga dirinya dengan berhati-hati dalam mengendarai kendaraan bermotor, lengkapi surat-surat maupun kelengkapan berkendara.
Penekanan selanjutnya kepada para babinsa supaya mengetahui bahwa musuh yang utama adalah yang merusak negara atau para teroris. Oleh karena itu para babinsa hendaknya melaksanakan tugasnya dengan baik dan menumbuh kembangkan temu cepat dan lapor cepat terhadap perkembangan yang ada di wilayah tugasnya. Dan bagi babinsa yang mempunyai jabatan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini dengan adanya remunerasi ini tunjangan bisa meningkat dan kalau ada jangan kawin lagi dan bagi ibu-ibu kalau penghasilan suami meningkat jangan memperbanyak hutang dan harapan Pangdam agar semua babinsa harus menjadi orang yang terbaik di desanya.
Pangdam juga berkesempatan untuk berdialog dengan anggota dan keluarga yang hadir dalam pengarahan tersebut, dengan menanyakan apa kesulitan yang dihadapi oleh anggota maupun satuan, dan bentuk pemecahan masalah apa yang dapat diberikan oleh komando kepada prajuritnya.
Pangdam menekankan kembali Kepada seluruh anggota tentang disiplin dan kedewasaan prajurit, saya minta agar kalian tetap berdisiplin tinggi karena itu adalah kuncinya, kalian harus bisa menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat sekitar, jangan kalian membuat pelanggaran atau melakukan tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang prajurit, perbedaan harus dapat dijadikan sebagai sumber kekuatan dan tumbuhkan kedewasaan kalian.

Wednesday, 26 May 2010

ternak lele


TERNAK LELE DUMBO
KORAMIL 0111/PAGELARAN

Dalam rangka pemanfaatan lahan kosong Koramil 0111/Pagelaran membuat kolam berukuran 9 x 7 m2 yang di peruntukan bagi pembudidayaan ikan lele.
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan

1) dapat diternakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi,
2) teknologi beternak relatif mudah dikuasai
3) pemasarannya relatif mudah
4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.
Selain untuk di konsumsi sendiri hasil dari pembudidayaan lele ini di jual ke penampung/agen-agen ikan lele terdekat.


Tip dan trik budidaya lele dumbo :

1. persiapan lahan untuk kolam
Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dasar kolam di plester dan supaya tidak terjadi kebocoran di tutup plastik. Tanah bekas galian kolam di masukan kembali ke dalam kolam supaya menjadi Lumpur.

2. Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.

3. Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring
Kemudian dilakukan pengisian airkolam. Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.

4. Penebaran Benih Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.


5. Pemberian Pakan Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.

6. Pemanenan Ikan lele yang pas untuk di konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 15 - 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.

Demikian sedikit tulisan mengenai budidaya ikan lele dumbo di ambil dari berbagai sumber semoga bermanfaat (Agus Rizal)

Saturday, 22 May 2010

Pembibitan Pohon Trembesi (Ki Hujan) Koramil 0111/Pagelaran Kodim 0601/Pandeglang


Pembibitan Pohon Trembesi (Ki Hujan)
Koramil 0111/Pagelaran Kodim 0601/Pandeglang
Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman) disebut juga Pohon Hujan atau Ki Hujan merupakan tumbuhan pohon besar dengan ketinggian hingga 20 meter dan tajuknya yang sangat lebar. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai jaringan akar yang luas sehingga kurang cocok ditanam di pekarangan karena bisa merusak bangunan dan jalan.
Di beberapa daerah di Indonesia tanaman pohon ini sering disebut sebagai Kayu Ambon (Melayu), Trembesi, Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Ki Hujan (Sunda). satu batang Trembesi dewasa mampu menyerap 28 ton karbondioksida (CO2) pertahunnya
Dalam bahasa Inggris pohon ini mempunyai beberapa nama seperti, East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta, dan False Powder Puff. Di beberapa negara Pohon Trembesi ini disebut Pukul Lima (Malaysia), Jamjuree (Thailand), Cay Mura (Vietnam), Vilaiti Siris (India), Bhagaya Mara (Kanada), Algarrobo (Kuba), Campano (Kolombia), Regenbaum (Jerman), Chorona (Portugis)
Ciri-ciri Pohon Trembesi. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai batang yang besar, bulat dan tinggi antara 10-20 meter. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman.
Daunnya majemuk dan menyirip ganda. Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Warna daun hijau dengan permukaan licin dan tulang daun menyirip.
Bunga Trembesi berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 mm berwarna coklat kehitaman.
Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya.
Batang Trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci) juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit kulit.
Tahapan Pembibitan pohonTrembesi
1. PEMILIHAN DAN PERENDAMAN BIJI TREMBESI


- Pilih biji yang berkwalitas baik
- Direndam dengan air hangat + 40 derajat celcius
- Diamkan selama 3 s/d 4 hari.
- Biji yang terapung jangan dipakai

2. MENYIAPKAN LAHAN PERSEMAIAN

- Sekam padi 40%
- Pupuk kotoran sapi 30%
- Tanah hitam / subur 20%
- Pasir 30%

3. PERSEMAIAN BIJI TREMBESI
- Biji trembesi mengembang disemai dilahan yang sudah disiapkan.
- Ditanam dengan kedalaman 2 s/d 3 cm.
- Siram biji yang sudah disemai pagi dan sore hari.
- Hari ke-3 biasanya sudah tumbuh kecambah.
- Apabila sudah muncul daunnya pindahkan ke polybag.

4. PENYIAPAN LAHAN PEMBIBITAN



- Polybag yg sudah diisi bibit trembesi diletakkan secara kelompok
- Diatur menyerupai blok/lajur-lajur / saf, supaya mudah penyiraman
- Jangan diletakkan terlalu berhimpitan, supaya bibit tumbuh dengan baik.
- Letakkan diatas tanah / jangan dilantai/semen/papan
- Siram pagi dan sore hari.

5. PEMAGARAN

6. PENYIAPAN SARANA PENYIRAMAN


- Selang air untuk penyiraman
- Drum / bak untuk penampungan air, bila tidak tersedia sumber air yang cukup dekat.


7. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN









- Kegiatan harian penyiraman setiap pagi & sore
- Penyemprotan ( decis ) hama daun 1 x seminggu untuk mencegah daun diserang hama.
- Pupuk kandang (kotoran sapi) diberikan setiap bulan sekali.
- Patahkan cabang & kurangi daun yang sudah lebat, agar cepat tinggi.
- Bersihkan rumput di polybag supaya tidak ganggu tumbuhnya bibit.
- Bibit tidak berada ditempat tertutup, karena menghambat pertumbuhan.
- Berikan penahan atau pengapit bambu supaya pohon tidak patah & pertumbuhannya tetap lurus / tidak miring.
- Lakukan perawatan secara terus-menerus sampai diatas umur 6 bulan & tinggi pohon sekitar 1,5 m siap tanam.
SELESAI ……….. di ambil dari berbagai sumber !!!!

Wednesday, 28 April 2010

Binsik (Pembinaan Fisik)



Dalam menjaga kesehatan dan melatih kekuatan fisik, seluruh anggota Koramil 0111/Pagelaran melaksanakan Binsik (Pembinaan Fisik) dengan melakukan senam pagi sebelum melaksanakan tugas sehari-hari
Dalam penyampaian di Apel pagi sebelum kegiatan dimulai, Komandan koramil 0111/Pagelaran menyatakan bahwa pembinaan fisik dengan melaksanakan senam pagi ini selain bertujuan untuk menjaga kesehatan juga untuk menyiapkan fisik kita dalam setiap pelaksanaan tugas selain bertujuan untuk menjaga kesehatan juga untuk menyiapkan fisik kita melaksanakan semapta yang kita laksanakan secara rutin setiap semester, untuk itu laksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga kita bisa tetap menjaga kesegaran jasmani selama ini, ”Jelasnya.
Kegiatan senam pagi bersama ini di laksanakan secara rutin seminggu 2 kali yang wajib di ikuti oleh seluruh anggota koramil 0111/pagelaran, bersamaan dengan kegiatan jam Komandan, evaluasi atau rapat koordinasi pelaksanaan tugas
Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota maupun PNS melaksanakan binsik dengan penuh semangat, sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan aman.

Saturday, 27 February 2010

…..HYMNE SILIWANGI…..

I. Jejak langkah mu terpatri
Dalam sanubari
Bela Rakyat dan pertiwi
Prajurut sejati
Cadu mundur pantang mulang
Bila tak gemilang
Esa hilang dua terbilang
Tekad semangat juang

II. Siliwangi
Kami berjanji
Sapta Marga jiwaku
Rakyat jadi saksi
Semoga abadi.

MARS SILIWANGI

I. Oh beginilah
Nasibnya soldadu
Diosol-osol dan di adu-adu
Tapi biar tidak apa
Asal untuk Negeri kita
Naik dan turun gunung
Hijrah pun tak bingung

II. Paduli teuing
Kuring keur ngabagong
Nu narenjokeun ulah rea omong
Kieu so teh miceun tineung
Lamun prung mah moal ke eung
Pasukan Siliwangi
Sa eutik geu mahi

Thursday, 11 February 2010

Renlat Bencana Alam

KOMANDO DISTRIK MILITER 0601/PANDEGLANG

KOMANDO RAYON MILITER 0111/PAGELARAN


RENCANA LAPANGAN

LATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

DI WILAYAH KORAMIL 0111 / PAGELARAN

Penunjukan : P e t a : JAWA MADURA

Kedar : 1 : 50.000

Tahun : 1954

Lembar : LP No. 38 / XXXXIX – B

1. Dasar.

a. Perintah lisan Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudoyono tanggal 20 juli 2006 saat meninjau kejadian gempa di wilayah Provinsi Banten.

b. Peraturan Presiden RI No. 83 tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanganan bencana alam.

c. Undang – undang TNI No. 34 Tahun 2004 tentang tugas – tugas TNI diantaranya tugas bantuan kepada pemda.

d. Peraturan Gubernur Banten No : 11 Tahun 2006 tentang Prosedur Tetap Penanggulangan Bencana di wilayah Provinsi Banten.

e. Rencana Ops “ Maulana Yusuf -04 “ Rem 064 / MY tentang Bantuan kepada Pemerintah Derah.

f. Pedoman kesiapan antisipasi Polda Banten dalam menghadapi Bencana Alam di Provinsi Banten.

g. Prosedur Tetap Bersama Nomor : Protap / / XII / 2006 Tentang Penanggulanggan Bencana Alam di wilayah Kab. Pandeglang.

2. Tujuan :

Meningkatkan kemampuan anggota Khususnya dan umumnya bagi masyarakat banyak dalam menghadapi ancaman Bencana Alam yang sewaktu- waktu bisa terjadi di Wilayah Koramil 0111 / Pagelaran.

3. Waktu dan Tempat

a. Hari / Tanggal : Senin / Tanggal 04 Juni 2007

b. Waktu : Jam 08.00 Wib.

c. Tempat : Desa Tegal Papak Kecamatan Pagelaran dan sekitarnya.

4. Macam, Sifat, Metoda, dan Thema Latihan.

a. Macam : Latihan Taktis melibatkan Unsur Muspika dan Masyarakat.

b. Sifat : Satu pihak di Kendalikan.

c. Metoda : Praktek Lapangan.

d. Thema : Penanggulangan Bencana alam.

5. Materi Latihan

a. Sebelum Terjadi Bencana Alam.

b. Saat Terjadi Bencana.

c. Pasca Terjadi Bencana.

6. Referensi. Prosedur Tetap Bersama Nomor Protap / / XII / 2006 Tentang Penanggulangan Bencana Alam Di Wilayah Kab. Pandeglang.

7. Organisasi Latihan.

a. Koordinator Latihan :

b. Pendukung :

c. Pelaksana / Pelaku :

8. Perlengkapan

a. Perahu Karet

b. Tenda Peleton

c. Ambulance

d. Kendaraan Patroli

e. Pelampung

f. Dll.

9. Pelaksanaan

a. Sebelum Terjadi Bencana Alam

1) Puskodal Ops di Kantor Kecamatan Pagelaran.

2) Pos Dalduk di kantor Desa Masing – masing.

3) Menentukan Tempat Pengungsian yang bertempat di Desa Bama, Desa Kertasana dan di Kecamatan Patia.

4) Mengaktifkan kembali Kesiap – siagaan Pos Kamling.

5) Membentuk tim Kesehatan Lapangan, Dapur Umum yang tergabung dalam Satgas

6) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan

7) Memerintahkan masing – masing Kepala Desa agar setiap KK menyiapkan

Tas yang berisi :

(a) Pakaian seperlunya

(b) Uang / Perhiasan ( Barang berharga )

(c) Suratsurat Penting

(d) Senter.

8) Menentukan lokasi penguburan missal di tingkat Kecamatan.

9) Menyampaikan tanda apabila terjadi Bencana dengan Bunyi kentongan ataupun sirine.

b. Saat Terjadi Bencana.

1) Puskodal Ops setelah menerima Berita BMG dari Radio segera membunyikan tanda Sirine 15/5, dan di lanjutkan dengan kentongan 000000000000000000 selama 3 menit terus menerus.

2) Menyampaikan melelui pengeras suara di mesjid – mesjid tentang bencana yang terjadi.

3) Menghimbau kepada masyarakat untuk segera menuju tempat pengungsian yang telah di tentukan dengan membawa tas yang berisi :

(a) Pakaian seperlunya

(b) Uang / Perhiasan ( Barang Berharga )

(c) Suratsurat penting

(d) Senter dll.

4) Trantib Bersama masyarakat memasang tenda dan dapur umum untuk para pengungsi.

5) Tim Kesehatan ( Medis Puskesmas ) membuat Posko kesehatan untuk melayani korban bencana.

6) Camat memerintahkan kepada Kepala Desa untuk mendata masyarakatnya.

7) Melaporkan setiap ada perkembangan situasi.

b. Protap Pasca Terjadi Bencana alam

1) Muspika mengecek dan mendata masyarakat korban bencana.

2) Anggota Koramil dan anggota Polsek bersama relawan mencari dan

mengevakuasi korban di lokasi bencana.

3) Petugas Kesehatan mengevakuasi korban yang luka berat ke RS.

4) Kasi Kesos menggalang, menginventarisir dan menyalurkan bantuan

kepada korban bencana di Desa.

5) MUI memberikan siraman Rohani / Bintal kepada korban yang Trauma dan

memimpin penguburan massal.

6) Melaporkan perkembangan situasi ke komando atas.

10. Administrasi Personil

a. Personil

1) Koramil : Orang

2) Polsek : Orang

3) Kecamatan : Orang

4) Masyarakat : Orang

b. Logistik

1) Alkom

2) Perahu Karet

3) Tenda Peleton

4) Ambulance

5) Kendaraan Patroli

6) Pelampung

11. Lain – lain : Nihil









PERATURAN

BARIS BERBARIS

Di susun Oleh : Serda Agus Rizal


1. Tujuan.

Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin, sehingga senantiasa dapat mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan secara tidak langsung menanamkan rasa tanggung jawab.

2. Macam aba-aba

a. Aba-aba Petunjuk

b. Aba-aba Peringatan

c. Aba-aba Pelaksanaan

3. Gerakan di Tempat

a. Sikap Sempurna

Aba-aba : S iap = Gerak

Pelaksanaan :

Pada aba-aba Pelaksanaan Badan/Tubuh Berdiri tegap, kedua tumit rapat,kedua telapak kaki membentuk sudut 45O , Lutut lurus dan paha dirapatkan berat badan di bagi atas kedua kaki.

Perut ditarik sedikit dada dibusungkan, pundak ditarik ke belakang sedikit tidak di naikan. Lengan rapat pada badan, pergalangan tangan lurus, jari tangan menggenggam tidak terpaksa dirapatkan pada paha, punggung ibu jari menghadap ke depan, mulut di tutup, mata memandang lurus mendatar ke depan dan bernafas sewajarnya.

b. Istirahat

Aba-aba : Istirahat di Tempat = Gerak

Pelaksanaan :

1) Pada aba-aba Pelaksanaan, kaki kiri di pindahkan ke

samping kiri dengan jarak 30 cm ( 1telapak kaki )

2) Kedua tangan di bawa kebelakang di bawah pinggang,

punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri jari tangan kanan mengepal lemas, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan diantara ibu jari dan telunjuk serta kedua lengan di lemaskan badan tidak bergerak.

CATATAN :

(1) Dalam keadaan parade, di mana di perlukan pemusatan pikiran dan kerapihan, istirahat di lakukan atasa aba-aba

PARADE ISTIRAHAT DI TEMPAT GERAK

Pelaksanaan :

Sama dengan tersebut diatas hanya tangan di tarik sedikit ke atas (di pinggang) tidak boleh bergerak, berbicara dan pandangan lurus ke depan.

(2) Dalam keadaan parade maupun bukan apabila akan di berikan suatu amanat/perhatian maka istirahat dilakukan atas aba-aba : untuk perhatian istirahat di tempat gerak

Pelaksanaan :

Sama dengan tersebut di atas pada poin “1” hanya pandangan di tujukan pada pemberi amanat/perhatian.

(3) Apabila dalam keadaan “ Istirahat di tempat” yang tidak didahului dengan aba-aba petunjuk “ Parade/Untuk perhatian” diberikan amanat oleh seorang atasan/ \Irup, pada waktu diucapkan kata-kata pertama dari amanat, maka pasukan serentak mengambil sikap sempurna kemudian kembali sikap istirahat di tempat.

Pada akhir perkataan/amanat, pasukan serentak mengambil sikap sempurna, kemudian kembali ke sikap istirahat.

c. Periksa Kerapihan

Aba-aba : Periksa Kerapihan = Mulai

Periksa kerapihan di maksudkan untuk merapihkan perlengkapan yang di pakai anggota pada saat itu dan pasukan dalam keadaan istirahat.

Pelaksanaan :

1) Pada aba-aba Peringatan, Pasukan secara serentak mengambil sikap sempurna.

2) Pada saat aba-aba pelaksanaan Pasukan dengan serentak

membungkukan badan, kemudian masing-masing mulai memeriksa/membetulkan perlengkapan berturut-turut mulai dari bawah ke atas mulai dari sepatu sampai tutup kepala.

3) Setelah yakin sudah rapih masing-masing anggota pasukan

mengambil sikap sempurna.

4) Setelah Komandan melihat seluruh anggotanya selesai

(sudah dalam keadaan sikap sempurna maka komandan memberikan aba-aba = Selesai).

5) Pasukan dengan serentak mengambil sikap istirahat.

d. Lencang Kanan / Kiri

Lencang Kanan/kiri hanya dalam bentuk bersaf

Aba-aba : Lencang Kanan/Kiri = Gerak.

Pelaksanaan :

Semua anggota mengangkat lengan Kanan/Kiri ke saamping. Jari-jari tangan kanan/kiri menggengga, punggung tangan menghadap ke atas. Bersamaan dengan ini kepala di palingkan ke Kanan/Kiri dengan tidak terpaksa kecuali penjuru Kanan/Kiri tetap menghadap ke depan. Masing-masing meluruskan diri hingga dapat melihat dada orang yang berada di sebelah Kanan/Kiri kepada penjuru Kanan/Kiri.

Jarak ke samping harus sedemikian rupa, hingga masing-masing jari-jari menyentuh bahu orang yang berada di samping Kanan/Kiri.

CATATAN

(1) Kalau ber saf tiga, maka bagi mereka yang berada di saf

tengah dan belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.

(2) Penjuru pada saf tengah dan belakang mengambil antara ke depan dan selelah lurus menurunkan tangan.

(3) Setelah masing-masing dirinya berdiri lurus dalam barisan, maka semua berdiri di tempatnya dan kepala tetap dipalingkan ke Kanan/Kiri. Semua gerakan di kerjakan dengan badan tegak seperti dalam sikap sikap sempurna.

(4) Pada aba-aba Tegak = Gerak semua anggota dengan

serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka kembali ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.

(5) Pada gerakan lencang Kanan/Kiri untuk kelurusan barisan

(saf) di titik beratkan pada kelurusan tumit bukan depan ujung sepatu.

e. Setengah Lencang Kanan / Kiri

Aba-aba : Setengah lengan lencang kanan/kiri = Gerak

Pelaksanaan :

Seperti pada lencang Kanan/Kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan yang berada di sebelah, ibu jari di sebelah belakang dan ke empat jari lainnya rapat satu dengan yang lain di sebelah depan. Pada aba-aba TEGAK = GERAK semua serentak menurunkan lengan memalingkan muka kembali ke dalam sikap sempurna.

f. Lencang Depan

Lencang depan cara penggunaannya hanya pada bentuk barisan berbanjar

Aba-aba : Lencang Depan = Gerak

Pelaksanaan :

Penjuru tetap sikap sempurna, no dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan menggangkat tangan bila berbanjar tiga maka saf ter depan mengambil antara satu lengan/setengah lengan di samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan. Serta menegakkan kepala kembali dengan serentak. Anggota-anggota yang berada di banjar tengah dan kiri melaksanakannya tanpa mengangkat tangan.

g. Berhitung

Aba-aba : Hitung = Mulai.

Pelaksanaan :

Jika ber saf maka pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, sedangkan anggota lainnya pada saf memalingkan muka ke kanan. Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut tiap anggota mulai dari penjuru kanan mrnyebut nomornya sambil memalingkan muka kembali ke depan.

Jika berbanjar maka pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna. Pada aba-aba pelaksanaan tiap anggota mulai dari penjuru kanan depan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing. Penyebutan nomor di ucapkan penuh.

h. Bubar

Aba-aba : Bubar = Jalan

Pelaksanaan :

Setiap Anggota menyampaikan Penghormatan Kepada Komandan setelsh di balas, kembali ke sikap sempurna kemudian balik kanan serentak bersamaan.

4. Perubahan arah

a. Hadap Kanan / Kiri

Aba-aba : Hadap Kanan/Kiri = Gerak

Pelaksanaan :

Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri, lekuk kaki kanan/kiri berada diujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah kekaki kanan/kiri.

Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar 900 .

Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri seperti sikap sempurna.

b. Serong Kanan / Kiri

Aba-aba : Hadap serong Kanan/kiri = Gerak

Pelaksanaan :

Kaki kiri/kanan diajukan ke muka berjajar dengan kaki kanan/kiri.

Berputar arah 450 ke kanan/kiri

Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri seperti sikap sempurna.

c. Balik Kanan

Aba-aba : Balik Kanan = Gerak

Pelaksanaan :

Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang lebih dari hadap kanan ( Membentuk huruf T dengan kaki kanan).

Tumit kaki kanan beserta badan di putar 1800. Kaki kiri dirapatkan pada kaki kanan.

5. Gerakan Berjalan

a. Panjang Tempo dan Macam Gerakan

No

Macam Langkah

Panjangnya

Tempo

1

2

3

4

5

6

7

Langkah Biasa

Langkah Tegap

Langkah Perlahan

Langkah Samping

Langkah ke belakang

Langkah ke depan

Langkah di waktu lari

65 cm

65 cm

40 cm

40 cm

40 cm

60 cm

80 cm

102 tiap menit

102 tiap menit

30 tiap menit

70 tiap menit

70 tiap menit

70 tiap menit

165 tiap menit

Panjang semua lngkah di hitung dari tumit ke tumit, dalam peraturan tersebut 1 langkah, maka panjangnya 55 cm

b. Membuka / tutup Barisan

Aba-aba : Buka / Tutup Barisan = Jalan

Pelaksanaan :

1) Buka Barisan. Pada aba-aba pelaksanaan banjar kanan dan kiri masing-masing membuat satu langkah kesamping kanan dan kiri,sedangkan banjar tengah tetap di tempat.

2) Tutup barisan. Pada aba-aba pelaksanaan banjar kanan dan kiri masing-masing membuat satu langkah kembali kesamping kiri dan kanan,sedangkan banjar tengah tetap di tempat.

c. Maju Jalan

Dari sikap sempurna. Aba-aba : Maju = Jalan

Pelaksanaan :

1) pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan kedepan,lutut lurus ,telapak kaki di angkat rata sejajar dengan tanah setinggi kurang lebih 20cm,kemudian dihentakkan ketanah dengan jarak 1 langkah,dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.

2) Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan tangan kedepan 450 dan kebelakang 300 ,tangan kanan kedepan mengambil satu titik yang terletak dalam satu garis sebagai arah barisan.

3) seluruh anggota melurusan barisan kedepan dengan melihat pada belakang leher.Pada waktu melenggang lengan jangan kaku.

4) Dilarang keras : - Berbicara

- melihat kekiri / kanan

d. Langkah Biasa

Dari gerakkan berjalan aba-aba : Langkah Biasa = Jalan

Pelaksanaan :

1) Pada waktu berjalan, kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. Waktu mengayunkan kaki kedepan lutut dibengkokkan sedikit ( kaki tidak boleh diseret ). Kemudian diletakkan ketanah menurut jarak yang telah ditentukan.

2) Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu jalan biasa. Tumit diletakkan di tanah selanjutnya selanjutnya seluruh kaki. Lengan dilenggangkan sewajarnya lurus ke depan dan kebelakang di samping badan. Ke depan 450 ke belakang 300, jari-jari menggenggam dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas.

3) Bila berjalan hubungan pasukan agar menggunakan hitungan irama langkah untuk kendali kesamaan langkah.

e. Langkah Tegap

1) Dari sikap sempurna aba-aba : Langkah Tegap Maju = Jalan

Pelaksanaan :

Mulai berjalan dengan kaki kiri, langkah pertama selebar satu langkah, selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki di hentakkan terus menerustetapi tidak denganberlebih-lebihan telapak kaki sejajar dengan tanah, lutut lurus, kaki tidak boleh diangkat tinggi. Bersamaan dengan langkah pertama jari tangan menggenggam, punggung tangan menghadap ke luar, ibu jari tangan menghadap ke atas. Lenggangan tangan 900 kedepan dan 300 kebelakang.

2) Dari langkah Biasa Aba-aba : Langkah Tegap = Jalan

Pelaksanaan :

Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah, di tambah satu langkah selanjutnya mulai berjalan tegap.

3) Kembali ke langkah biasa (sedang berjalan)

Aba-aba : Langkah Biasa = Jalan

Pelaksanaan :

Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa, hanya langkah pertama di hentakkan selanjutnya berjalan langkah biasa.

f. Langkah di Waktu Lari

Aba-aba : Lari Maju = Jalan

Pelaksanaan :

1) Pada aba-aba Peringatan kedua tangan di kepalkan dengan lemas

dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap ke luar, kedua siku sedikit ke belakang badan agak di condongkan ke depan.

2) Pada aba-aba Pelaksanaan di mulai dengan Kaki Kiri di hentakkan.

Selanjutnya Lari dengan panjang langkah 80 cm, tempo 165 tiap menit dengan cara kaki di angkat secukupnya, telapak kaki di letakkan dengan ujung kaki terlebih dahulu, lengan di lenggangkan secara tidak kaku.

g. Ganti Langkah

Aba-aba : Ganti Langkah = Jalan

Pelaksanaan :

Ujung kaki kanan / Kiri yang sedang di belakang dirapatkan kepada tumit kaki sebelahnya. Bersamaan dengan itu lenggang tangan di hentikan tanpa di rapatkan pada badan. Untuk selanjutnya di sesuaikan dengan langkah baru yang disamakan, langkah pertama tetap sepanjang 1 langkah. Kedua gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan.

h. Jalan di Tempat

Aba-aba : Jalan di Tempat = Gerak

Pelaksanaan :

Tumit secara bergantian diangkat sehingga paha rata-rata (Horizontal) ujung kaki menuju kebawah dan tempo langkah sesuai dengan tempo langkah biasa. Badan tegak, Pandangan mata tetap lurus kedua tangan dirapatkan pada badan.

i. Haluan Kiri / Kanan

Aba-aba : Haluan Kiri / Kanan = Gerak

Pelaksanaan :

Setelah aba-aba pelaksanaan penjuru kanan / kiri jalan di tempat dengan memutar secara perlahan sehingga merubah arah sampai 900, bersama dengan itu masing-masing saf jalan dengan rapi ( lengan tidak melenggang) hingga merubah arah 900, kemudian jalan di tempat.

SELESAI