Saturday, 27 February 2010

…..HYMNE SILIWANGI…..

I. Jejak langkah mu terpatri
Dalam sanubari
Bela Rakyat dan pertiwi
Prajurut sejati
Cadu mundur pantang mulang
Bila tak gemilang
Esa hilang dua terbilang
Tekad semangat juang

II. Siliwangi
Kami berjanji
Sapta Marga jiwaku
Rakyat jadi saksi
Semoga abadi.

MARS SILIWANGI

I. Oh beginilah
Nasibnya soldadu
Diosol-osol dan di adu-adu
Tapi biar tidak apa
Asal untuk Negeri kita
Naik dan turun gunung
Hijrah pun tak bingung

II. Paduli teuing
Kuring keur ngabagong
Nu narenjokeun ulah rea omong
Kieu so teh miceun tineung
Lamun prung mah moal ke eung
Pasukan Siliwangi
Sa eutik geu mahi

Thursday, 11 February 2010

Renlat Bencana Alam

KOMANDO DISTRIK MILITER 0601/PANDEGLANG

KOMANDO RAYON MILITER 0111/PAGELARAN


RENCANA LAPANGAN

LATIHAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

DI WILAYAH KORAMIL 0111 / PAGELARAN

Penunjukan : P e t a : JAWA MADURA

Kedar : 1 : 50.000

Tahun : 1954

Lembar : LP No. 38 / XXXXIX – B

1. Dasar.

a. Perintah lisan Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudoyono tanggal 20 juli 2006 saat meninjau kejadian gempa di wilayah Provinsi Banten.

b. Peraturan Presiden RI No. 83 tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanganan bencana alam.

c. Undang – undang TNI No. 34 Tahun 2004 tentang tugas – tugas TNI diantaranya tugas bantuan kepada pemda.

d. Peraturan Gubernur Banten No : 11 Tahun 2006 tentang Prosedur Tetap Penanggulangan Bencana di wilayah Provinsi Banten.

e. Rencana Ops “ Maulana Yusuf -04 “ Rem 064 / MY tentang Bantuan kepada Pemerintah Derah.

f. Pedoman kesiapan antisipasi Polda Banten dalam menghadapi Bencana Alam di Provinsi Banten.

g. Prosedur Tetap Bersama Nomor : Protap / / XII / 2006 Tentang Penanggulanggan Bencana Alam di wilayah Kab. Pandeglang.

2. Tujuan :

Meningkatkan kemampuan anggota Khususnya dan umumnya bagi masyarakat banyak dalam menghadapi ancaman Bencana Alam yang sewaktu- waktu bisa terjadi di Wilayah Koramil 0111 / Pagelaran.

3. Waktu dan Tempat

a. Hari / Tanggal : Senin / Tanggal 04 Juni 2007

b. Waktu : Jam 08.00 Wib.

c. Tempat : Desa Tegal Papak Kecamatan Pagelaran dan sekitarnya.

4. Macam, Sifat, Metoda, dan Thema Latihan.

a. Macam : Latihan Taktis melibatkan Unsur Muspika dan Masyarakat.

b. Sifat : Satu pihak di Kendalikan.

c. Metoda : Praktek Lapangan.

d. Thema : Penanggulangan Bencana alam.

5. Materi Latihan

a. Sebelum Terjadi Bencana Alam.

b. Saat Terjadi Bencana.

c. Pasca Terjadi Bencana.

6. Referensi. Prosedur Tetap Bersama Nomor Protap / / XII / 2006 Tentang Penanggulangan Bencana Alam Di Wilayah Kab. Pandeglang.

7. Organisasi Latihan.

a. Koordinator Latihan :

b. Pendukung :

c. Pelaksana / Pelaku :

8. Perlengkapan

a. Perahu Karet

b. Tenda Peleton

c. Ambulance

d. Kendaraan Patroli

e. Pelampung

f. Dll.

9. Pelaksanaan

a. Sebelum Terjadi Bencana Alam

1) Puskodal Ops di Kantor Kecamatan Pagelaran.

2) Pos Dalduk di kantor Desa Masing – masing.

3) Menentukan Tempat Pengungsian yang bertempat di Desa Bama, Desa Kertasana dan di Kecamatan Patia.

4) Mengaktifkan kembali Kesiap – siagaan Pos Kamling.

5) Membentuk tim Kesehatan Lapangan, Dapur Umum yang tergabung dalam Satgas

6) Meningkatkan keimanan dan ketakwaan

7) Memerintahkan masing – masing Kepala Desa agar setiap KK menyiapkan

Tas yang berisi :

(a) Pakaian seperlunya

(b) Uang / Perhiasan ( Barang berharga )

(c) Suratsurat Penting

(d) Senter.

8) Menentukan lokasi penguburan missal di tingkat Kecamatan.

9) Menyampaikan tanda apabila terjadi Bencana dengan Bunyi kentongan ataupun sirine.

b. Saat Terjadi Bencana.

1) Puskodal Ops setelah menerima Berita BMG dari Radio segera membunyikan tanda Sirine 15/5, dan di lanjutkan dengan kentongan 000000000000000000 selama 3 menit terus menerus.

2) Menyampaikan melelui pengeras suara di mesjid – mesjid tentang bencana yang terjadi.

3) Menghimbau kepada masyarakat untuk segera menuju tempat pengungsian yang telah di tentukan dengan membawa tas yang berisi :

(a) Pakaian seperlunya

(b) Uang / Perhiasan ( Barang Berharga )

(c) Suratsurat penting

(d) Senter dll.

4) Trantib Bersama masyarakat memasang tenda dan dapur umum untuk para pengungsi.

5) Tim Kesehatan ( Medis Puskesmas ) membuat Posko kesehatan untuk melayani korban bencana.

6) Camat memerintahkan kepada Kepala Desa untuk mendata masyarakatnya.

7) Melaporkan setiap ada perkembangan situasi.

b. Protap Pasca Terjadi Bencana alam

1) Muspika mengecek dan mendata masyarakat korban bencana.

2) Anggota Koramil dan anggota Polsek bersama relawan mencari dan

mengevakuasi korban di lokasi bencana.

3) Petugas Kesehatan mengevakuasi korban yang luka berat ke RS.

4) Kasi Kesos menggalang, menginventarisir dan menyalurkan bantuan

kepada korban bencana di Desa.

5) MUI memberikan siraman Rohani / Bintal kepada korban yang Trauma dan

memimpin penguburan massal.

6) Melaporkan perkembangan situasi ke komando atas.

10. Administrasi Personil

a. Personil

1) Koramil : Orang

2) Polsek : Orang

3) Kecamatan : Orang

4) Masyarakat : Orang

b. Logistik

1) Alkom

2) Perahu Karet

3) Tenda Peleton

4) Ambulance

5) Kendaraan Patroli

6) Pelampung

11. Lain – lain : Nihil









PERATURAN

BARIS BERBARIS

Di susun Oleh : Serda Agus Rizal


1. Tujuan.

Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin, sehingga senantiasa dapat mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan secara tidak langsung menanamkan rasa tanggung jawab.

2. Macam aba-aba

a. Aba-aba Petunjuk

b. Aba-aba Peringatan

c. Aba-aba Pelaksanaan

3. Gerakan di Tempat

a. Sikap Sempurna

Aba-aba : S iap = Gerak

Pelaksanaan :

Pada aba-aba Pelaksanaan Badan/Tubuh Berdiri tegap, kedua tumit rapat,kedua telapak kaki membentuk sudut 45O , Lutut lurus dan paha dirapatkan berat badan di bagi atas kedua kaki.

Perut ditarik sedikit dada dibusungkan, pundak ditarik ke belakang sedikit tidak di naikan. Lengan rapat pada badan, pergalangan tangan lurus, jari tangan menggenggam tidak terpaksa dirapatkan pada paha, punggung ibu jari menghadap ke depan, mulut di tutup, mata memandang lurus mendatar ke depan dan bernafas sewajarnya.

b. Istirahat

Aba-aba : Istirahat di Tempat = Gerak

Pelaksanaan :

1) Pada aba-aba Pelaksanaan, kaki kiri di pindahkan ke

samping kiri dengan jarak 30 cm ( 1telapak kaki )

2) Kedua tangan di bawa kebelakang di bawah pinggang,

punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri jari tangan kanan mengepal lemas, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan diantara ibu jari dan telunjuk serta kedua lengan di lemaskan badan tidak bergerak.

CATATAN :

(1) Dalam keadaan parade, di mana di perlukan pemusatan pikiran dan kerapihan, istirahat di lakukan atasa aba-aba

PARADE ISTIRAHAT DI TEMPAT GERAK

Pelaksanaan :

Sama dengan tersebut diatas hanya tangan di tarik sedikit ke atas (di pinggang) tidak boleh bergerak, berbicara dan pandangan lurus ke depan.

(2) Dalam keadaan parade maupun bukan apabila akan di berikan suatu amanat/perhatian maka istirahat dilakukan atas aba-aba : untuk perhatian istirahat di tempat gerak

Pelaksanaan :

Sama dengan tersebut di atas pada poin “1” hanya pandangan di tujukan pada pemberi amanat/perhatian.

(3) Apabila dalam keadaan “ Istirahat di tempat” yang tidak didahului dengan aba-aba petunjuk “ Parade/Untuk perhatian” diberikan amanat oleh seorang atasan/ \Irup, pada waktu diucapkan kata-kata pertama dari amanat, maka pasukan serentak mengambil sikap sempurna kemudian kembali sikap istirahat di tempat.

Pada akhir perkataan/amanat, pasukan serentak mengambil sikap sempurna, kemudian kembali ke sikap istirahat.

c. Periksa Kerapihan

Aba-aba : Periksa Kerapihan = Mulai

Periksa kerapihan di maksudkan untuk merapihkan perlengkapan yang di pakai anggota pada saat itu dan pasukan dalam keadaan istirahat.

Pelaksanaan :

1) Pada aba-aba Peringatan, Pasukan secara serentak mengambil sikap sempurna.

2) Pada saat aba-aba pelaksanaan Pasukan dengan serentak

membungkukan badan, kemudian masing-masing mulai memeriksa/membetulkan perlengkapan berturut-turut mulai dari bawah ke atas mulai dari sepatu sampai tutup kepala.

3) Setelah yakin sudah rapih masing-masing anggota pasukan

mengambil sikap sempurna.

4) Setelah Komandan melihat seluruh anggotanya selesai

(sudah dalam keadaan sikap sempurna maka komandan memberikan aba-aba = Selesai).

5) Pasukan dengan serentak mengambil sikap istirahat.

d. Lencang Kanan / Kiri

Lencang Kanan/kiri hanya dalam bentuk bersaf

Aba-aba : Lencang Kanan/Kiri = Gerak.

Pelaksanaan :

Semua anggota mengangkat lengan Kanan/Kiri ke saamping. Jari-jari tangan kanan/kiri menggengga, punggung tangan menghadap ke atas. Bersamaan dengan ini kepala di palingkan ke Kanan/Kiri dengan tidak terpaksa kecuali penjuru Kanan/Kiri tetap menghadap ke depan. Masing-masing meluruskan diri hingga dapat melihat dada orang yang berada di sebelah Kanan/Kiri kepada penjuru Kanan/Kiri.

Jarak ke samping harus sedemikian rupa, hingga masing-masing jari-jari menyentuh bahu orang yang berada di samping Kanan/Kiri.

CATATAN

(1) Kalau ber saf tiga, maka bagi mereka yang berada di saf

tengah dan belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.

(2) Penjuru pada saf tengah dan belakang mengambil antara ke depan dan selelah lurus menurunkan tangan.

(3) Setelah masing-masing dirinya berdiri lurus dalam barisan, maka semua berdiri di tempatnya dan kepala tetap dipalingkan ke Kanan/Kiri. Semua gerakan di kerjakan dengan badan tegak seperti dalam sikap sikap sempurna.

(4) Pada aba-aba Tegak = Gerak semua anggota dengan

serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka kembali ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.

(5) Pada gerakan lencang Kanan/Kiri untuk kelurusan barisan

(saf) di titik beratkan pada kelurusan tumit bukan depan ujung sepatu.

e. Setengah Lencang Kanan / Kiri

Aba-aba : Setengah lengan lencang kanan/kiri = Gerak

Pelaksanaan :

Seperti pada lencang Kanan/Kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan yang berada di sebelah, ibu jari di sebelah belakang dan ke empat jari lainnya rapat satu dengan yang lain di sebelah depan. Pada aba-aba TEGAK = GERAK semua serentak menurunkan lengan memalingkan muka kembali ke dalam sikap sempurna.

f. Lencang Depan

Lencang depan cara penggunaannya hanya pada bentuk barisan berbanjar

Aba-aba : Lencang Depan = Gerak

Pelaksanaan :

Penjuru tetap sikap sempurna, no dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan menggangkat tangan bila berbanjar tiga maka saf ter depan mengambil antara satu lengan/setengah lengan di samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan. Serta menegakkan kepala kembali dengan serentak. Anggota-anggota yang berada di banjar tengah dan kiri melaksanakannya tanpa mengangkat tangan.

g. Berhitung

Aba-aba : Hitung = Mulai.

Pelaksanaan :

Jika ber saf maka pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, sedangkan anggota lainnya pada saf memalingkan muka ke kanan. Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut tiap anggota mulai dari penjuru kanan mrnyebut nomornya sambil memalingkan muka kembali ke depan.

Jika berbanjar maka pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna. Pada aba-aba pelaksanaan tiap anggota mulai dari penjuru kanan depan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing. Penyebutan nomor di ucapkan penuh.

h. Bubar

Aba-aba : Bubar = Jalan

Pelaksanaan :

Setiap Anggota menyampaikan Penghormatan Kepada Komandan setelsh di balas, kembali ke sikap sempurna kemudian balik kanan serentak bersamaan.

4. Perubahan arah

a. Hadap Kanan / Kiri

Aba-aba : Hadap Kanan/Kiri = Gerak

Pelaksanaan :

Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri, lekuk kaki kanan/kiri berada diujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah kekaki kanan/kiri.

Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar 900 .

Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri seperti sikap sempurna.

b. Serong Kanan / Kiri

Aba-aba : Hadap serong Kanan/kiri = Gerak

Pelaksanaan :

Kaki kiri/kanan diajukan ke muka berjajar dengan kaki kanan/kiri.

Berputar arah 450 ke kanan/kiri

Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri seperti sikap sempurna.

c. Balik Kanan

Aba-aba : Balik Kanan = Gerak

Pelaksanaan :

Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang lebih dari hadap kanan ( Membentuk huruf T dengan kaki kanan).

Tumit kaki kanan beserta badan di putar 1800. Kaki kiri dirapatkan pada kaki kanan.

5. Gerakan Berjalan

a. Panjang Tempo dan Macam Gerakan

No

Macam Langkah

Panjangnya

Tempo

1

2

3

4

5

6

7

Langkah Biasa

Langkah Tegap

Langkah Perlahan

Langkah Samping

Langkah ke belakang

Langkah ke depan

Langkah di waktu lari

65 cm

65 cm

40 cm

40 cm

40 cm

60 cm

80 cm

102 tiap menit

102 tiap menit

30 tiap menit

70 tiap menit

70 tiap menit

70 tiap menit

165 tiap menit

Panjang semua lngkah di hitung dari tumit ke tumit, dalam peraturan tersebut 1 langkah, maka panjangnya 55 cm

b. Membuka / tutup Barisan

Aba-aba : Buka / Tutup Barisan = Jalan

Pelaksanaan :

1) Buka Barisan. Pada aba-aba pelaksanaan banjar kanan dan kiri masing-masing membuat satu langkah kesamping kanan dan kiri,sedangkan banjar tengah tetap di tempat.

2) Tutup barisan. Pada aba-aba pelaksanaan banjar kanan dan kiri masing-masing membuat satu langkah kembali kesamping kiri dan kanan,sedangkan banjar tengah tetap di tempat.

c. Maju Jalan

Dari sikap sempurna. Aba-aba : Maju = Jalan

Pelaksanaan :

1) pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan kedepan,lutut lurus ,telapak kaki di angkat rata sejajar dengan tanah setinggi kurang lebih 20cm,kemudian dihentakkan ketanah dengan jarak 1 langkah,dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.

2) Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan tangan kedepan 450 dan kebelakang 300 ,tangan kanan kedepan mengambil satu titik yang terletak dalam satu garis sebagai arah barisan.

3) seluruh anggota melurusan barisan kedepan dengan melihat pada belakang leher.Pada waktu melenggang lengan jangan kaku.

4) Dilarang keras : - Berbicara

- melihat kekiri / kanan

d. Langkah Biasa

Dari gerakkan berjalan aba-aba : Langkah Biasa = Jalan

Pelaksanaan :

1) Pada waktu berjalan, kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. Waktu mengayunkan kaki kedepan lutut dibengkokkan sedikit ( kaki tidak boleh diseret ). Kemudian diletakkan ketanah menurut jarak yang telah ditentukan.

2) Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu jalan biasa. Tumit diletakkan di tanah selanjutnya selanjutnya seluruh kaki. Lengan dilenggangkan sewajarnya lurus ke depan dan kebelakang di samping badan. Ke depan 450 ke belakang 300, jari-jari menggenggam dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas.

3) Bila berjalan hubungan pasukan agar menggunakan hitungan irama langkah untuk kendali kesamaan langkah.

e. Langkah Tegap

1) Dari sikap sempurna aba-aba : Langkah Tegap Maju = Jalan

Pelaksanaan :

Mulai berjalan dengan kaki kiri, langkah pertama selebar satu langkah, selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki di hentakkan terus menerustetapi tidak denganberlebih-lebihan telapak kaki sejajar dengan tanah, lutut lurus, kaki tidak boleh diangkat tinggi. Bersamaan dengan langkah pertama jari tangan menggenggam, punggung tangan menghadap ke luar, ibu jari tangan menghadap ke atas. Lenggangan tangan 900 kedepan dan 300 kebelakang.

2) Dari langkah Biasa Aba-aba : Langkah Tegap = Jalan

Pelaksanaan :

Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah, di tambah satu langkah selanjutnya mulai berjalan tegap.

3) Kembali ke langkah biasa (sedang berjalan)

Aba-aba : Langkah Biasa = Jalan

Pelaksanaan :

Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa, hanya langkah pertama di hentakkan selanjutnya berjalan langkah biasa.

f. Langkah di Waktu Lari

Aba-aba : Lari Maju = Jalan

Pelaksanaan :

1) Pada aba-aba Peringatan kedua tangan di kepalkan dengan lemas

dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap ke luar, kedua siku sedikit ke belakang badan agak di condongkan ke depan.

2) Pada aba-aba Pelaksanaan di mulai dengan Kaki Kiri di hentakkan.

Selanjutnya Lari dengan panjang langkah 80 cm, tempo 165 tiap menit dengan cara kaki di angkat secukupnya, telapak kaki di letakkan dengan ujung kaki terlebih dahulu, lengan di lenggangkan secara tidak kaku.

g. Ganti Langkah

Aba-aba : Ganti Langkah = Jalan

Pelaksanaan :

Ujung kaki kanan / Kiri yang sedang di belakang dirapatkan kepada tumit kaki sebelahnya. Bersamaan dengan itu lenggang tangan di hentikan tanpa di rapatkan pada badan. Untuk selanjutnya di sesuaikan dengan langkah baru yang disamakan, langkah pertama tetap sepanjang 1 langkah. Kedua gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan.

h. Jalan di Tempat

Aba-aba : Jalan di Tempat = Gerak

Pelaksanaan :

Tumit secara bergantian diangkat sehingga paha rata-rata (Horizontal) ujung kaki menuju kebawah dan tempo langkah sesuai dengan tempo langkah biasa. Badan tegak, Pandangan mata tetap lurus kedua tangan dirapatkan pada badan.

i. Haluan Kiri / Kanan

Aba-aba : Haluan Kiri / Kanan = Gerak

Pelaksanaan :

Setelah aba-aba pelaksanaan penjuru kanan / kiri jalan di tempat dengan memutar secara perlahan sehingga merubah arah sampai 900, bersama dengan itu masing-masing saf jalan dengan rapi ( lengan tidak melenggang) hingga merubah arah 900, kemudian jalan di tempat.

SELESAI