Wednesday, 26 May 2010

ternak lele


TERNAK LELE DUMBO
KORAMIL 0111/PAGELARAN

Dalam rangka pemanfaatan lahan kosong Koramil 0111/Pagelaran membuat kolam berukuran 9 x 7 m2 yang di peruntukan bagi pembudidayaan ikan lele.
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan

1) dapat diternakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi,
2) teknologi beternak relatif mudah dikuasai
3) pemasarannya relatif mudah
4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.

Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.
Selain untuk di konsumsi sendiri hasil dari pembudidayaan lele ini di jual ke penampung/agen-agen ikan lele terdekat.


Tip dan trik budidaya lele dumbo :

1. persiapan lahan untuk kolam
Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dasar kolam di plester dan supaya tidak terjadi kebocoran di tutup plastik. Tanah bekas galian kolam di masukan kembali ke dalam kolam supaya menjadi Lumpur.

2. Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.

3. Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.
Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring
Kemudian dilakukan pengisian airkolam. Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.

4. Penebaran Benih Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.


5. Pemberian Pakan Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.

6. Pemanenan Ikan lele yang pas untuk di konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 15 - 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.

Demikian sedikit tulisan mengenai budidaya ikan lele dumbo di ambil dari berbagai sumber semoga bermanfaat (Agus Rizal)

Saturday, 22 May 2010

Pembibitan Pohon Trembesi (Ki Hujan) Koramil 0111/Pagelaran Kodim 0601/Pandeglang


Pembibitan Pohon Trembesi (Ki Hujan)
Koramil 0111/Pagelaran Kodim 0601/Pandeglang
Trembesi (Albizia saman sinonim Samanea saman) disebut juga Pohon Hujan atau Ki Hujan merupakan tumbuhan pohon besar dengan ketinggian hingga 20 meter dan tajuknya yang sangat lebar. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai jaringan akar yang luas sehingga kurang cocok ditanam di pekarangan karena bisa merusak bangunan dan jalan.
Di beberapa daerah di Indonesia tanaman pohon ini sering disebut sebagai Kayu Ambon (Melayu), Trembesi, Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Ki Hujan (Sunda). satu batang Trembesi dewasa mampu menyerap 28 ton karbondioksida (CO2) pertahunnya
Dalam bahasa Inggris pohon ini mempunyai beberapa nama seperti, East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta, dan False Powder Puff. Di beberapa negara Pohon Trembesi ini disebut Pukul Lima (Malaysia), Jamjuree (Thailand), Cay Mura (Vietnam), Vilaiti Siris (India), Bhagaya Mara (Kanada), Algarrobo (Kuba), Campano (Kolombia), Regenbaum (Jerman), Chorona (Portugis)
Ciri-ciri Pohon Trembesi. Pohon Trembesi (Ki Hujan) mempunyai batang yang besar, bulat dan tinggi antara 10-20 meter. Permukaan batangnya beralur, kasar dan berwarna coklat kehitam-hitaman.
Daunnya majemuk dan menyirip ganda. Tiap helai daun berbentuk bulat memanjang dengan panjang antara 2-6 cm dan lebar antara 1-4 cm dengan tepi daun rata. Warna daun hijau dengan permukaan licin dan tulang daun menyirip.
Bunga Trembesi berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong dengan panjang antara 30-40 cm. Dalam buah terdapat beberapa biji yang keras berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 5 mm berwarna coklat kehitaman.
Tajuknya yang lebar dan daunnya yang lebat ditambah dengan jaringan akarnya yang luas sehingga mampu menyerap air dengan maksimal, pohon ini dipercaya mampu memberikan kontribusi dalam menanggulangi pencemaran udara dan ancaman pemanasan global. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ir. Endes N. Dahlan, Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, satu batang Pohon Trembesi mampu menyerap 28.442 kg karbondioksida (CO2) setiap tahunnya.
Batang Trembesi dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Bijinya yang biasa disebut “Mindhik” (Siter atau Godril) selain dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci) juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas. Daunnyapun ternyata mempunyai khasiat untuk mengobati penyakit kulit.
Tahapan Pembibitan pohonTrembesi
1. PEMILIHAN DAN PERENDAMAN BIJI TREMBESI


- Pilih biji yang berkwalitas baik
- Direndam dengan air hangat + 40 derajat celcius
- Diamkan selama 3 s/d 4 hari.
- Biji yang terapung jangan dipakai

2. MENYIAPKAN LAHAN PERSEMAIAN

- Sekam padi 40%
- Pupuk kotoran sapi 30%
- Tanah hitam / subur 20%
- Pasir 30%

3. PERSEMAIAN BIJI TREMBESI
- Biji trembesi mengembang disemai dilahan yang sudah disiapkan.
- Ditanam dengan kedalaman 2 s/d 3 cm.
- Siram biji yang sudah disemai pagi dan sore hari.
- Hari ke-3 biasanya sudah tumbuh kecambah.
- Apabila sudah muncul daunnya pindahkan ke polybag.

4. PENYIAPAN LAHAN PEMBIBITAN



- Polybag yg sudah diisi bibit trembesi diletakkan secara kelompok
- Diatur menyerupai blok/lajur-lajur / saf, supaya mudah penyiraman
- Jangan diletakkan terlalu berhimpitan, supaya bibit tumbuh dengan baik.
- Letakkan diatas tanah / jangan dilantai/semen/papan
- Siram pagi dan sore hari.

5. PEMAGARAN

6. PENYIAPAN SARANA PENYIRAMAN


- Selang air untuk penyiraman
- Drum / bak untuk penampungan air, bila tidak tersedia sumber air yang cukup dekat.


7. PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN









- Kegiatan harian penyiraman setiap pagi & sore
- Penyemprotan ( decis ) hama daun 1 x seminggu untuk mencegah daun diserang hama.
- Pupuk kandang (kotoran sapi) diberikan setiap bulan sekali.
- Patahkan cabang & kurangi daun yang sudah lebat, agar cepat tinggi.
- Bersihkan rumput di polybag supaya tidak ganggu tumbuhnya bibit.
- Bibit tidak berada ditempat tertutup, karena menghambat pertumbuhan.
- Berikan penahan atau pengapit bambu supaya pohon tidak patah & pertumbuhannya tetap lurus / tidak miring.
- Lakukan perawatan secara terus-menerus sampai diatas umur 6 bulan & tinggi pohon sekitar 1,5 m siap tanam.
SELESAI ……….. di ambil dari berbagai sumber !!!!