Tuesday, 4 October 2016

Tingkatkan komunikasi sosial, Dandim 0601/ Pandeglang kunjungi para tokoh agama di Pandeglang


Dalam upaya meningkatkan tali silaturahmi dan komunikasi sosial (KOMSOS), Komandan Kodim 0601/ Pandeglang Letkol Inf. Ganiahardi, mengunjungi Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Ulum, Cidahu-Pandeglang Banten, KH Abuya Muhtadi Dimyati Al-Bantani di kediamannya, Senin 11 Juli 2016.

KH Abuya Muhtadi menyambut hangat kedatangan Dandim 0601/ Pandeglang letkol Inf. Ganiahardi dengan penuh kekeluargaan.

KH Abuya Muhtadi Dimyati Al-Bantani, beliau adalah putra dari ulama besar di Pandeglang, Banten pendiri pondok pesantren Roudlotul Ulum, Cidahu-Pandeglang, yaitu KH Muhammad Dimyati biasa dipanggil Abuya Dimyati yang bernama lengkap Muhammad Dimyati bin Syaikh Muhammad Amin.

Pondok Pesantren Roudlotul Ulum, Cidahu-Pandeglang mulai dirintis pada tahun 1965 oleh Abuya Dimyati (alm), beliau wafat pada 3 Oktober 2003 dan pimpinan pondok pesantren dilanjutkan olah putranya KH Abuya Muhtadi Dimyati Al-Bantani sampai sekarang.

Komandan Kodim 0601/ Pandeglang menyampaikan bahwa sejarah perjuangan Bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran serta para tokoh agama para Kyai yang begitu gigih meraih dan mempertahankan kemerdekaan dengan semangat dan daya juang yang tinggi sehingga di masa sekarang ini silaturahmi dengan para tokoh agama di wilayah harus selalu ditingkatkan sebagai wahana untuk saling memberikan informasi guna tegaknya keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI apalagi Pandeglang dikenal dengan sebutan Kota Santri atau Seribu Ulama Satu Juta Santri sehingga pengaruh para tokoh agama sangat besar dalam memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, ujarnya.

Usai mengunjugi kediamanan KH Abuya Muhtadi Dimyati, Dandim 0601/ Pandeglang melanjutkan kunjungan ke kediaman KH Abuya Murtadho Dimyati, beliau adalah adik dari KH Abuya Muhtadi Dimyati.

Dandim 0601/ Pandelang menghadiri Peringatan Nuzulul Qur’an di Ponpes Turus Pandeglang


Pandeglang, Sabtu, 25 Juni 2016 Komandan Kodim 0601/ Pandeglang Letkol Inf Ganiahardi menghadiri peringatan Nuzul Quran di Pondok Pesantren Turus Pandeglang. Kegiatan ini merupakan acara rutin di Pondok Pesantren Turus dalam rangka memeriahkan syiar Islam di bulan suci Ramadan sekaligus dirangkai dengan acara Tasyakuran Lihifdzil Qur’an Wal Kutubiddurusiyah.

Pondok Pesantren Turus Pandeglang ini didirikan pada tanggal 08 Rabi’ul Awwal 1365 H atau 10 Februari 1942 M, terletak di sebelah Tenggara kota Pandeglang. Tepatnya di Jl. Raya Rangkasbitung km 2,5 Pandeglang, berada di kelurahan Kabayan kecamatan dan kabupaten Pandeglang, provinsi Banten.

Komandan Kodim 0601/ Pandeglang letkol Inf Ganiahardi dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada lulusan para santri dan berharap kepada para lulusan Ponpes ini kelak menjadi penerus cita-cita bangsa, TNI dan Santri-santri ponpes sejak jaman perjuangan hingga kini senantiasa menjadi satu dalam mempertahankan kedaulatan Negara kita ini.

Nama “Turus” beranjak dari dasar/filosofi yang memiliki beberapa arti bila dikaitkan dengan visi, misi dan tujuan pendirian yang ingin dicapai. Kata Turus berawal dari kata bukit Tursina yang dalam sejarah dianggap sebagai tempat suci (sebagai tempat Nabi Musa menerima wahyu), berada di Mesir bagian Timur di benua Asia. Nama Pondok Pesantren “Turus” juga berasal dari kata “tuturus” dalam bahasa sunda adalah yang berarti “tiang atau tonggak.

Kata ini oleh pendiri digunakan sebagai nama Pondok Pesantren Turus dengan harapan Pesantren yang dipimpinnya mampu meletakan tonggak-tonggak atau dasar-dasar ilmu dan pengamalan ajaran Islam kepada santrinya sebagai penerus genarasi yang akan datang. Juga nama “TURUS” bisa disebut “TERUS” (tidak berhenti) dengan suatu harapan agar para pelanjutnya dapat melangsungkan Pondok Pesantren Turus secara terus menerus tanpa berhenti.